Karbon dioksida (CO2)
atau zat asam arang
adalah salah satu
sumber polusi yang
banyak dihasilkan dari
pembakaran bahan
bakar kendaraan atau
pencemaran
lingkungan. Jumlah
karbon dioksida terus
meningkat dan yang
bisa diserap pohon-
pohon dan hutan dunia
hanya 40 persen.
Dr Simon Lewis, ahli
ekologi dari
Universitas Leeds Inggris mengatakan setiap tahun ada 38 miliar ton karbon dioksida yang dihasilkan manusia
Sebanyak 28 miliar ton berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan, pabrik-pabrik dan
sumber minyak fosil lainnya. Sisanya sebanyak 10,8 miliar berasal dari efek pencemaran lingkungan seperti penebangan hutan
sembarangan. Dari jumlah karbon
dioksida yang dihasilkan itu (38 miliar
ton/tahun) hanya 40 persen yang bisa
diserap hutan dan pohon-pohon. Yakni
diserap oleh hutan- hutan tropis di wilayah
selatan bumi sebesar 8,8 miliar ton per
tahun dan 6 miliar ton dari penanaman
kembali hutan-hutan
dan pohon di seluruh
dunia.
"Hutan dan pohon
memegang peranan
penting dalam
perubahan iklim," kata
Dr Lewis seperti
dilansir dari Science,
Minggu (21/8/2011).
Menghentikan
deforestasi
(penebangan hutan)
dan penanaman
pohon-pohon baru
atau restorasi hutan,
menurutnya adalah
kunci penting yang
akan membuat
perbedaan besar pada
perubahan iklim dunia.
"Penelitian kami
menunjukkan
perubahan ini memiliki
dampak penting
secara global, yang
menyoroti peran
penting hutan dalam
mengurangi efek
global dari karbon
serta mengurangi
perubahan iklim yang
parah di masa depan"
ujar Dr Lewis.
Hutan di negara-
negara tropis seperti
Brazil, Indonesia,
Kongo menjadi salah
satu paru-paru dunia
yang menjaga
keseimbangan bumi.
Peningkatan kadar
karbon dioksida yang
tidak bisa terserap
akan mengganggu
atmosfer bumi dan
memicu pemanasan
global.
Jika hutan rusak
maka makin sedikit
karbon dioksida yang
terserap. Dan gas
yang tidak terserap
tersebut akan
tertahan di atmosfer
bumi sehingga bumi
menjadi panas. Di
kota-kota besar
penanaman pohon-
pohon di pinggir jalan
mampu menyerap
karbon dioksida dari
asap kendaraan.
Bagi kesehatan, CO2
dapat memberikan
dampak jangka
pendek secara
langsung antara lain
memicu gangguan
pernapasan serta
meningkatkan risiko
kanker. Sementara
dalam jangka panjang,
perubahan iklim yang
ditimbulkannya akan
memunculkan banyak
penyakit baru
Pohon-pohon didunia hanya bisa 40 persen karbondioksida
Posted by CB Blogger
Blog, Updated at: 10.47
Diberdayakan oleh Blogger.


0 komentar:
Posting Komentar